Perbandingan Wood Pellet vs Bahan Bakar Fosil
Dengan meningkatnya harga bahan bakar fosil dan regulasi emisi karbon yang semakin ketat, wood pellet menjadi alternatif yang semakin menarik. Mari kita bandingkan keduanya.
Aspek Lingkungan
Emisi Karbon - Wood pellet menghasilkan emisi CO2 yang jauh lebih rendah. Karbon yang dilepaskan saat pembakaran setara dengan karbon yang diserap pohon selama pertumbuhan, menjadikannya carbon-neutral.
Polusi Udara - Pembakaran wood pellet menghasilkan partikel dan sulfur yang jauh lebih sedikit dibandingkan batubara atau solar.
Limbah - Abu dari pembakaran wood pellet dapat digunakan sebagai pupuk, sedangkan limbah bahan bakar fosil berbahaya bagi lingkungan.
Aspek Ekonomi
Stabilitas Harga - Harga wood pellet relatif stabil karena bahan baku melimpah dan terbarukan, berbeda dengan harga minyak yang sangat fluktuatif.
Biaya Operasional - Untuk industri yang menggunakan boiler, beralih ke wood pellet dapat menghemat 20-40% biaya bahan bakar.
Peluang Bisnis - Indonesia dengan hutan produksi yang luas memiliki potensi besar sebagai produsen wood pellet dunia.
Aspek Teknis
| Parameter | Wood Pellet | Batubara |
|---|---|---|
| Nilai Kalori | 4.200-4.800 kkal/kg | 5.000-7.000 kkal/kg |
| Kadar Abu | < 1% | 10-20% |
| Emisi SO2 | Sangat rendah | Tinggi |
| Terbarukan | Ya | Tidak |
Dengan berbagai keunggulan ini, tidak mengherankan bahwa permintaan wood pellet global terus meningkat setiap tahun.